بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم Mau cerita dulu ya sedikit, lebih ke curhat sih, heheheh... pengumuman untuk pasangan sudah terposting ...


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Mau cerita dulu ya sedikit, lebih ke curhat sih, heheheh... pengumuman untuk pasangan sudah terposting pada tanggal 8 Juli 2021 sekitar pukul 11 siang WIB, dan saya baru tahu sekitar pukul 11.20an siang WIB. Setelah saya tahu siapa yang akan saya review saya langsung menghubungi yang bersangkutan yaitu mba Aprilia Prihatini dari IP Asia. Saya tahu IP Asia itu gabungan dari banyak Negara, dan kelemahan saya yang tidak tahu berapa jam perbedaan waktu Negara Mba April dengan Sukabumi, Jawa Barat, Indonesia. Pukul 11.33 WIB saya menghubungi mba April dan tidak langsung dibalas, saya khawatir dan menyimpan komentar dipostingan pengumuman pasangan untuk saling feedback, saya menulis pertanyaan yang ditujukan kepada Mantika. 

Pertanyaan saya, "Jika sampai 2 hari belum ada balasan bagaimana?" memang, saya akan menunggu balasan Mba April maksimal sampai 2 hari. Ada Hexagonia membalas dengan pertanyaan saya, "Bisa lihat di link jurnal mbak. Kita bisa review Punya buddie kita, walaupun punya kita nggak direview. ide saya aja sih". tapi jawabannya menenangkan hati karena mengandung solusi. dan saya menjawab kembali "waaah... Sip dah kalo gtu 🤩🤩 ide yang bagus... Kita bikin dulu review-an nya... Kalo sudah bisa hubungi.... Langsung konfirmasi hasil reviewan kita ya...dan muncul pernyataan baru...🤭 Kalo sudah mendesak untuk dikumpulkan... bagaimana ya?" dan Alhadulillah Mba Mantika mejawab "tidak perlu gundah teh heheh. setelah dihubungi tidak juga ada respons kumpulkan review". uhuyy tambah tenang dan adem kan hati yang sedang gundah ini, heheheh...

But... tapi pertolongan Allah datang... Alhamdulillah pukul 12.13 WIB Mba April membalas... ya Allah senang pake sangat... hatur nuhun ya Allah matur suwun... dan kami saling menyapa dan akhirnya saya tahu kalo Mba April tinggal di Qatar, aslinya Jawa Timur, dan ternyata waktu Qatar dan Indonesia bagian Barat itu -4 jam, hehehe... jadi jika di Sukabumi jam 12 siang, di Qatar jam 8 pagi, hehhe... pastes atuh jam segitu itu waktunya ranah domestik dan task-task yang lain yang sudah dijadwalkan pagi hari. Mba April ini memiliki 2 orang anak, anak pertamanya perempuan usia 13 tahun, dan yang kedua adalah laki-laki usia 8 tahun.

Kemudian pekernalan dilanjut dan ternyata kami satu almamater saat kuliah...malah satu fakultas juga...kami sama-sama berkuliah di Universitas Negeri Malang dan Fakultas yang sama yaitu Fakultas Sastra. Mbak April Sastra Indonesia, dan saya Sastra Arab. dan pastinya mbak April adalah senior saya... hehehe.... sungkem dulu sama senior. Setelah perkenalan, kami saling bertukar link Jurnal.

Untuk mengkonfimasi semua pertanyaan yang ditanyakan oleh langkah-langkah dalam membuat review, saya dan mba April sepakat untuk video call via Google Meet. Jadwal awal adalah hari Jumat, tgl 9 Juli 2021 dengan rentang waktu pukul 13.00 - 16.00 WIB, tetapi pukul 11.17 WIB Mba April menghubungi kembali dn menginformasikan belum bisa pada hari jumat tersebut, sehingga kami membuat kesepakatan baru yaitu hari Ahad dengan rentang waktu yang sama. Tapi saya lupa hehhe... sabtu saya menghubungi mba April dengan menyapa Salam, dan mba April menjawab salam saya, dan langsung bilang "Minggu Mba, hari ini mau belanja dulu ya". wkwkwk saya malu padahal kan hari jumat udah bilang minggu aja,, kenapa sabtu di tanya lagi.... ya tak apa lah namanya juga lupa.. kalo lupa mah suka gak inget kan... hehehhe... #ngeles

oke kita mulai nge-review-nya ...

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

link Jurnal mba April bisa di lihat disini. Masya Allah jurnal milik Mba April ini keren, saya sampai bingung untuk mengisi 3 langkah dalam Feedback System ini. saya baca jurnal Mba April sampai 2x untuk menenukan dan menyakinkan saya dalam mengisi poin 2 yang minta. dibawah ini saya sematkan gambar untuk menjadi pijakan saya dalam membuat review dari jurnal milik Mba April.

berikut adalah hasil review saya.

1. Apa yang sudah baik

untuk poin ini mah tulisan Mba April udah T.O.P. B.G.T lah... keren pisan. Mulai dari tata letak penulisan di lamannya, pemilihan kosa kata yang gampang dipahami, baku tapi santai, sehingga yang membaca jurnalnya juga gak akan bosen. Dan ternyata bisa keren seperti ini Mba April itu suka nulis, jam terbang menulisnya sudah banyak ini mah.

selain itu pemahaman Mba April terhadap materi pertama ini juga sudah menyeluruh, malah ada prolog tentang ibu pembaharunya... mantap banget. Mba April menjelaskan isi dari tantangan materi pertama ini dengan jelas, singkat dan padat.

2. Apa yang perlu diperbaiki - aku lebih nyaman menyebut poin ini dengan kata "SARAN" aja ya...

Setelah 2x membaca jurnal Mba April, saya berpikir kenapa Mba harus menyelesaikan 2 aspek yang Mba pilih untuk di selesaikan di kelas Bunda Salihah ini.? Bukan maksud tidak yakin dengen kemampuan Mba, ini mah Hanya hemat saya, dengan semua keterbatasan saya tentang Managemen Emosi dan Managemen Waktu, saya berpikiran kenapa Mba tidak fokus di managemen waktu saja. Karena tantangan dengan managemen waktu ini juga tidak sedikit kan ya, selain harus menentukan kandang waktu, juga harus konsistens menjalankan kandang waktunya, nah ini nih... yang membutuhkan effort yang tidak sedikit.

Dan menurut hemat saya lagi, jika managemen waktu mba terlaksana dengan baik, maka Mba juga bisa bahagia dan membersamai keluarga dengan penuh semangat dan bahagia, sehingga Managemen emosi akan bisa terselesaikan berbarengan, ini menurut hemat saya saja mba yang pengalaman dalam menagemen kedua aspek tersebut masih minim.

Sejujurnya saya orang yang baperan juga mba... saya orangnya gampang terbawa emosi dan kadang tempramen. tetapi hal ini bisa sangat parah jika saya capek dan tidak enjoy menjalani hari. mungkin karena kegiatan saya yang tidak terlalu banyak seperti mba yang  mengambil banyak kelas online, saya hanya Ibu Rumah Tangga dengan 2 Anak batita, jabatan Mankeu di Regional dan Mahasiswi Bunda Salihah. sehingga banyak waktu bermain dengan anak-anak dan curhat dengan suami tentang sesuatu yang mengganjal hati saya. untuk saya pribadi mencurahkan isi hati setelah banyak istighfar dan mengalihkan perhatian dengan sesuatu yang menyenangkan adalah self healing yang ampuh, apalagi dengan ditemani coklat penurun emosi, tangki cintanya bisa Penuh lagi. Tapi kembali lagi... ini hanya pengalaman saya selama tau tentang managemen emosi, hehhehe... maafkan tidak ada maksud untuk mengurui hanya share pengalaman saja, hhehehe.

Tetapi. setelah Video Call-an saya menjadi dapat informasi, ternyata Mba April ini sudah punya solusi... jika Management emosi selesai, maka Managemen waktu insya Allah ikutan konsisten mengikuti ritme jadwalnya, kerjaan rumah selesai, bisa masak, anak "keurus", bisa menemani suami, dan PR untuk kelas Online juga selesai. 

Nah.. mba april ini mengikuti banyak kelas on-line untuk menyibukkan diri sehingga tidak terlalu baperan dengan semua sitauasi kondisi yang dirasakan mba April. Hhmm... Tabarokallah semangat selalu ya mba... 💪💪😁

3. Tanyakan Apakah pertanyaan yang ada di Problem Statemen akan benar-benar terselesaikan?

Pertanyaan ini saya tanyakan saat kita Video Call, dan jawaban mba April itu intinya begini,

Mba April masih belum tau kapan akan selesai.. karena menurut mba April belajar management emosi dan menagement waktu itu tidak ada batasnya... Menurut mba April ini termasuk belajar seumur hidup... Beliau akan terus belajar dan terus berusaha...mba April belum bisa menentukan sampai kapan akan selesai.

Karena beliau lebih senior dari saya..Selama Video Call, insight yang saya dapatkan dari mba April... Pengalaman pribadinya membuat saya menambahkan ilmu dalam berumah tangga 🤩

Dan Alhamdulillah... Berikut adalah Link hasil Review Jurnal saya

#identifikasimasal

#ibupembaharu

#bundasaliha

#darirumahuntukduni

#hexagoncity

#institutibuprofesiona

#semestaberkaryauntukindonesia

kali ini mengidentifikasi masalah secara mandril, so pasti ini ngerjainnya individu dulu belom berkelompok,,, tapi hasil dari tulisan ini ak...


kali ini mengidentifikasi masalah secara mandril, so pasti ini ngerjainnya individu dulu belom berkelompok,,, tapi hasil dari tulisan ini akan dibawa untuk ke tahapan berikutnya, yaitu tahapan team work. Baiklah... Kita masuk ke step selanjutnya yaitu, kumpulkan masalah (buat bank masalah).

Masalah ya.... Hhmm...saya kurang suka dengan kata masalah ah .. khusus saya pribadi saya akan panggil si masalah ini dengan nama "sesuatu yang menggangu saya, sesuatu yang membuat saya tidak nyaman, sesuatu yang tidak menyenangkan hati, dan sesuatu yang membuat saya sedih" jadi kalo ada kalimat itu dalam jurnal saya...maka itu adalah masalah... 😁

Baik, sesuatu yang membuat saya tidak nyaman.... bismillah..

Alhamdulillah, di istana saya (di rumah)...saya tidak memiliki sesuatu yang tidak membuat saya tidak nyaman, semuanya sangat menyenangkan dan sangat saya syukuri, Alhamdulillah suami WFH sudah 1 tahun lebih sejak bulan Maret 2020. Semoga selamanya bisa WFH ya Allah sehingga saya bisa maksimal menjadi istri baginya 😁, karena kalo LDR seperti 4 tahun yang lalu, kita cuma ketemu seminggu 2x dan itu weekend, sedangkan weekend itu buat saya kurang menyenangkan 😆😆🤭, mungkin jika suami WFO bisa jadi ranah ini menjadi sesuatu yang tidak menyenangkan saya.

Alhamdulillah anak-anak juga sehat, full time bersama saya karena saya tidak bekerja di ranah publik. Alhamdulillah saya dan kakak-kakak saya rumahnya deketan, sehingga setiap hari anak-anak suka main ke rumah kakak saya untuk bermain bersama ponakan. Karena mungkin anak sulung dan anak kedua ini pengen maen sama saudaranya juga, maen sama bundanya terus mungkin ada jenuhnya dan bunda ini juga perlu me time meski hanya untuk memasak untuk keluarga.... Tak apa asal sesuai dengan instruksi saja...dan bisa jadi jika saudara tidak mengikuti instruksi saya saat bermain bersama anak saya... Ini akan menjadi sesuatu yang tidak menyenangkan hati saya. Pastinya pernah ponakan main bersama anak saya dan dia tidak sesuai instruksi dan itu membuat saya jengkel... Alhamdulillah ini bisa teratasi karena tidak sering seperti itu.

Alhamdulillah, saya tinggal bersama mama saya... Mama pengen ikut tinggal di rumah saya, dan setiap hari mama bantu pekerjaan domestik di rumah di ranah per-airan. Mama tipe yang gak mau diem aja... Harus ada sesuatu yang dikerjakan... Nah mama memilih di daerah perairan hanya sebatas, cuci baju dan cuci piring aja dan 1 lagi deh.. sesuatu yang sangat tidak saya sukai.. yaitu setrika. Dan sepertinya jika mama bepergian dalam waktu yang lama (ziarah, biasanya nyampe 10 hari paling lama) saya akan meminta orang lain untuk menyetrika di rumah 😆😆, tapi Alhamdulillah ini tidak menjadi masalah karena mama ada di rumah.

Untuk penghasilan (materi) di rumah untuk saat ini 100% dari Allah melalui jalan suami yang bekerja. Entahlah saya tidak ingin bekerja di ranah publik. Saya tidak suka dengan kerja rutin setiap hari seperti itu 😅. Saya Lebih memilih berwirausaha. Dan ini menjadi salah satu yang kurang mudah ketika saya masih punya batita dan suami bekerja, kasian juga anak di tinggal untuk ke pasar dan produksinya.. kecuali sudah maju dengan adanya Karyawan. Tapi ini akan saya jadikan case yang harus saya pecahkan.

Masalah lingkungan itu seperti biasa buang sampah sembarang, jadi selokannya mampet dan banjir semata kaki untuk beberapa titik jalan jika hujan deras. Tapi untuk saya ingin belum bisa dijadikan sebagai masalah yang akan saya follow up di Bunda Salihah ini.

Masalah di keluarga besar. Sebagai besar Alhamdulillah tidak ada masalah yang berarti keluarga yang paling dekat jaraknya adalah kakak-kakak kandung saya. Dari 4 bersaudara, kakak saya yang no. 2 anak sulungnya belum bekerja, dia punya kemampuan mengendarai motor. Dan saya juga ada motor tapi untuk dijadikan ojol pernyataannya tidak mumpuni, SIM dia tidak punya dan motor saya juga tahun lama... Jadi Harus cari solusi lain nih... Dan ini akan saya jadikan alur case yang akan saya follow up di BunSal batch#1 ini.

Di keluarga besar dari suami... Saya tidak berani ikut Campur Masalah ini, saya mah ikutan sama suami aja we lah... Karena kultur dan kebiasaan di keluarga saya dan keluarga suami ada yang berbeda.. dari pada bahaya mending diem bae lah... Manut ama suami aja.

Kalo di rangkum dari semua curhatan diatas, saya tuangkan ke dalam template ini ya.. dan sudah saya sederhanakan.



Dan mengapa sih 2 masalah itu menjadi masalah buat saya...? Jawabannya karena saya suka jajan, wkwkkw... Saya suka banget beli-beli sesuatu yang saya suka ... selama ini tidak ada batasan dan larangan juga dari pihak suami dengan kesukaan saya terkait jajan ini. Saya juga tidak serta-merta membeli tanpa perhitungan, selalu saya pikirkan terlebih dahulu, sesuatu yang saya suka ini terutama yang harganya mahal... kebermanfaatan seluas apa, sifatnya se-urgent apa, tempat untuk menyimpan (kalo itu barang) tersedia atau tidak, atau kalo itu makanan enak tidak, yang suka siapa aja... Meski ribet saat membeli... Tapi pas prakteknya tidak serumit itu kok... Lebih cepat dan lebih singkat, pasti saya diskusikan terlebih dahulu sebelum beli kepada suami yang hasil akhirnya pasti beli juga... Kalo tidak saat itu, ya next day ketika sudah bisa direalisasikan 😁😁. Tapi sepertinya akan berasa berbeda rasanya jika uang yang dipakai jajan itu adalah uang hasil usaha sendiri. Sehingga mandiri secara finansial ini akan sangat menyenangkan nantinya jika memang bisa terealisasikan.

Kemudian tentang ponakan. Dia adalah 1 diantara 8 ponakan yang lahir dari keluarga besar saya. Dia lulusan SMK jurusan TKJ pernah bekerja selama 7 bulan sebelum di PHK karena perusahaannya melakukan pengurangan karyawan. Orang tua keponakan yang ini (kakak dan kakak iparku) untuk dari segi penghasilan bisa dikatakan cukup tapi terkadang kurang. Nah mungkin dengan ikhtiar anak sulungnya bekerja bisa menjadi salah satu pencukup keluarga ini dari segi materi, karena dengan bekerja bisa setidaknya ada jalan rezeki (uang) dari Allah.

So secara singkat, kenapa ini menjadi masalah untuk aku adalah sebagai berikut.

Dari masalah dan dari kenapa ini menjadi masalah untuk saya, saya mencatatnya dalam 2 nomer...idealnya goal yang muncul juga dua ya... Tapi, 2 item itu sengaja saya petakan menjadi 2 semoga menjadi pemicu saya untuk melakukan solusi... Dan kenapa goalnya cuma satu.... Jawabannya adalah..

Karena hal ini belum didiskusikan kepada yang bersangkutan. Jadi ada kemungkinan ditolak nih solusinya.. ya tidak mengapa namanya juga tawaran ya 😁😁 jadi feel free saja untuk saya mah...

But untuk case no. 1 ini, saya bisa mandiri secara finansial insyaallah akan saya perjuangkan di program bunda salihah ini. Jika dicatat dalam template Jadinya seperti ini. 😁


Dan berikut adalah Problem Statement yang akan saya bawa ketika saya memasuki tahapan team work 😁😁 bismillahirrahmanirrahim...

Sekarang analisa akar masalahnya...


Tidak terlalu banyaklah ya menjelaskan tentang akar masalah ini... Bingung juga mau nulis apaan lagi... Tapi intinya jika saya mandiri finansial, saya bisa mengeluarkan zakat penghasilan, dan bisa membeli apapun yang saya suka tentunya dengan management yang sesuai.😁😁

Alhamdulillah jurnal materi kesatu ini sudah selesai... mudah-mudahan tercapai dan Allah mampukan untuk melaluinya.


#identifikasimasal

#ibupembaharu

#bundasaliha

#darirumahuntukduni

#hexagoncity

#institutibuprofesiona

#semestaberkaryauntukindonesia



  KAMPUS IBU PEMBAHARU insya Allah kampus ini akan menemani sku selama 6 bulan kedepan. Tepat pukul 20.00 WPH Hari Senin tanggal 21 Juni 202...

 KAMPUS IBU PEMBAHARU


insya Allah kampus ini akan menemani sku selama 6 bulan kedepan. Tepat pukul 20.00 WPH Hari Senin tanggal 21 Juni 2021 akan dilaksanakan Pembukaan kampus ibu pembaharu. Kampus ini hadir dalam program Bunda Salihah komunitas ibu profesional.


Terkait syarat kelulusan... Ada ini

Nah... Review yang dimaksud adalah review hasil tulisan teman (Hexagonia) dan temannya ini akan di tentukan oleh Tim Formula Bunda Salihah

Dan ini...

Alhamdulillah blog ini sudah bisa menjadi portofolio yang menjadi syarat kelulusan Bunda Salihah 🤩🤩

Dan Alhamdulillah nih... Sekarang diriku sudah sah jadi mahasiswi kampus ibu pembaharu 🤩🎊 ini dia KTM nya (Kartu Tanda Mahasiswa)